Senin, 23 Mei 2022

Rahasia Mudah Menulis dan Menerbitkan Buku

 Resume        : 3

Hari/Tgl        : Senin/ 23 Mei 2022

Narasumber    : Rita Wati S. Kom

Moderator        Rosminiyati


Alhamdulillah, pelatihan Belajar  Menulis malam ini memasuki materi ke 3. Walaupun sedikit repot dengan kesibukan di dunia nyata, akhirnya, ketika akan terlena ke alam mimpi, maka saya membaca materi, sendirian. Lalu membuka laptop dan membuat resume ini. Saya lihat sudah ada beberapa peserta yang setor tugas. Wah, kali ini, diriku sedikit terlambat.


Baiklah, adapun materi kali menampilkan narasumber yang  tak kalah hebat dari yang sebelumnya. Seorang perempuan bernama Rita Wati, S.Kom yang berasal dari Tanjung Pinang, Kepri.  Tim solid Om Jay, memang tak diragukan tentunya. Melihat dasar pengalaman serta profilnya memang memberi inspirasi dan menularkan semangat. Bagaimana menjadi penulis dan berproses dan hingga ke pencapainnya kini, telah menjadi kurator dan diundang sebagai narasumber untuk memberikan materi di berbagai acara. Serta menjadi Guru Inspiratif  Terbaik Kemendikbudristek 2021.  

Materi diawali dengan sebuah pertanyaan yaitu apa yang kita inginkan dari tujuan ikut kelas Belajar Menulis.Pertanyaan berlanjut tentang cara untuk mewujudkan impian banyak peserta yang ingin menjadi penulis yang akan mengahsilkan karya cetak.


Selanjutnya adalah kami disaran untuk action, karena ini penting dilakukan dengan diiringi mengatasi berbagai kendala di awal sebagai penulis pemula yaitui :


1. Susah ide

2. Miskin kosa kata

3. Sulit merangkai kata

4. Menunda-nunda

5. Bingung mau menulis apa

6. Tidak Percaya Diri

7. Bingung mau dimulai dari mana

8. Merasa tulisannya jelek tidak layak dibaca

Saran beliau juga kita harus rajin membaca, membaca bisa saja bukan hanya membaca buku, tetapi bisa juga membaca kondisi suasana. Apalagi? Ada lagi, yaitu harus rajin mengikuti tantangan agar memberi semangat untuk merangsang dan menghasilkan sebuah tulisan.

Ada beberapa point yang harus diperhatikan juga jika ingin mengetahui Rahasia Menulis dan Menerbitkan Buku dan Berprestasi yaitu :

1. Motivasi menulis

Acuan atau dasar yang membuat kita semangat untuk menulis.

2. Tulis aja dulu

Apapun ide yang terlintas di benak, tuliskan saja.

3. Tuntaskan ide menulis edit bisa saja belakangan

4. Harus Berlatih

Menulis adalah skill oleh karena itu harus terus dilatih. Mulailah dengan beberapa kosa kata sedikit terlebih dahulu, dan semakin ditingkatkan setiap harinya.

5. Konsisten

6. Membuat peta konsep

7. Ikuti berbagai antologi

8. Ikuti berbagai perlombaan, kompetisi yang semakin mengasah diri

Awalnya mungkin kalah, coba lagi, coba lagi, jangan menyerah terus berjuang, begitu katanya menyemangati.

Ada hal yang paling mendasar yaitu kita harus memperhatikan kaidah-kaidah dasar  penulisan. Lebih lengkapnya kita bisa download PUEBI dan install  KBBI V. Kemampuan swa-sunting sangat perlu bagi penulis, meskipun ada editor, setidaknya tulisan kita tidak banyak terdapat kesalahan.

Memasuki sesi tanya jawab dengan pertanyaan yang sudah saya singkat 

P1

Apa kiat khusus agar tidak writer's block di tengah jalan?

Jawab : Buatlah out-line


P2

Bagaimana membuat opening yang menarik?

Jawab : Bisa saja dimulai dengn qoute, puisi atau akronim bahkan dengan dialog yang kuat.


P3

Bisakah majalah sekolah yang ditulis anak-anak dibukukan?

Jawab : Sebaiknya lebih disfesifikasikan lagi dengan khusus. Misalnya untuk antologi cerpen atau antologi puisi.


P4

Apa saran bagi saya yang telah menulis biografi lalu takut ditolak?

Jawab : Saran carilah penerbit Indie saja dulu.


P5

Bagaimana mengetahui kalimat efektif atau tidak?

Jawab : Baca berulang-ulang, naskah diendapkan lalu baca lagi, koreksi dan revisi, dari teknis kepenulisan dan isi naskahnya.


P6

Bagaimana tulisan kita agar membuat orang tertarik, notabene bukan penulis pemes, gitu lho?

Jawab : Kembali ke tujuan awal, harus sabar dan butuh proses.


P7

Bagaimana mengatasi kesulitan menulis?

Jawab : Harus banyak membaca  lalu membiasakan menulis.


P8

Bagaimana blog kita menarik dan memilih konten yang berkualitas?

Jawab : Jawaban hanya mengenai konten berkualitas, bagaimana blog menarik terlewatkan. Konten berkualitas tidak mengandung SARA dan tidak plagiat.


P9

Bagaimana tulisan agar mengalir natural?

Jawab : Tulislah yang dikuasai, baca ulang maksimal 3 kali dan dengan suara keras.


P10

Bagaimana memunculkan rasa percaya diri?

Jawab : Posting saja dan rajin membaca.


P11

Bagaimana tulisan kita biar nge-fell?

Jawab :  terus berlatih


P12

Bagaimana mengatur waktu untuk menulis?

Jawab :  Kita atur waktu sesuaikan dengan diri sendiri, tentunya setiap orang berbeda kesibukan.


P13

Bagaimana melawan rasa malas menulis?

Jawab : Ingat tujuan awal.


P14

Bagaimana memilih ide untuk menulis buku?

Jawab : Buat Out-line


P15

Bagaimana menghadapi kendala menulis dua kali kerja, tulis tangan dan mengetil di laptop?

Jawab :  Buat poin penting dan eksekusi langsung jangan ditunda-tunda.


P16

Jika ada ide lalu menghilang?

Jawab : Foto bisa untuk dokumentasi, catat point penting juga.


Baiklah, terima kasih yang tak terhingga atas ilmu yang tercurah, dan semoga berkah.


cukup sampai batas itu saja resume yang saya buat. Malam makin mencekam. Hanya ditemani suara kipas angin yang terdengar lebih nyaring dari biasanya. Secara, lagi sunyi, sih, ya. Ok, bye-bye deh. Jumpa lagi di resume berikutnya.



Minggu, 22 Mei 2022

Komunitas Penulis Pelalawan (KPP)


Berawal dari keinginan untuk saling sharing dan berkomunikasi mengenai dunia kepenulisan. Maka muncullah ide membuat grup ini. Mulailah dengan membentuk grup Whatsapp  dan menyebarkan linknya.

Alhamdulillah, pesertanya juga langsung terisi, lumayan. Baik itu memang passionnya sebagai penulis. Ada juga yang memang tertarik dan katanya ingin juga menjadi penulis.

Ok, hal pertama yang saya lakukan perkenalan sesama anggota dengan segala keriuhannya. Selanjutnya adalah menjelaskan misi dan visi dari komunitas yang disingkat dengan KPP ini.

Yaitu sebagai berikut :

Visi : 
🌹Menjadikan komunitas Silaturrahmi Penulis Pelalawan  sebagai wadah untuk mengembangkan, belajar, serta berbagi dalam bidang kepenulisan.
🌹 Menjadikan KPP sebagai wadah untuk saling mengenal antar penulis atau penggiat literasi khususnya wilayah kita Pelalawan


🍁🍁🍁

Misi :

🌹Memberikan ilmu yang bermanfaat seputar kepenulisan atau literasi.

🌹Memotivasi agar semakin semangat dan giat dalam menulis.

🌹 Saling berbagi mengenai sejarah dan nilai-nilai yang ada budaya yang ada di daerah kita ini, khususnya Melayu Pelalawan.

🌹 Bekerja sama dalam meningkatkan minat kepenulisan bagi semua.

🌹 Melakukan kegiatan bermanfaat dan seru lainnya. Seperti quotes, puisi, pantun, cerpen, atau game atau seseruan gitu. 
 

Semua anggota setuju dengan visi dan misi tersebut.

Hari-hari berikutnya tentunya diwarnai percakapan seputar dunia literasi dan salin berbagi ilmu pastinya.

Arisan dan Prioritas

 

Selesai menyusun barang-barang bersama Si Amat---kenekku, lebih tepatnya kami sebenarnya sama saja, karena kami terkadang gantian menjadi supir. Cuma seringkali jam terbangku lebih banyak dibanding Amat. Ia hanya menggantikan jika aku lelah tak tertahan atau ngantuk berat. Aku segera mengambil posisi di belakang kemudi, disusul beberapa penumpang yang tadinya masih di luar, memasuki bus. Aku melirik lewat kaca, memperhatikan aktivitas mereka. Sudah duduk manis di bangkunya masing-masing. Tak lama kemudian Amat muncul dengan senyum semringah. Dia selalu begitu, terlihat ceria. Sebelum Ia mengambil posisi duduk di sampingku. Ia menghadapkan badannya ke arah para penumpang.

 

“Siap semua, kita berangkat!” serunya, lalu mulutnya bergerak pelan membaca doa bepergian dengan lirih. Dia memang lebih taat beragama dibanding denganku yang masih suka bolong dengan ibadah.

 

“Siap!” Sahutan serempak terdengar.

 

“Lanjut!” Serunya  Si Amat kepadaku.

 

“Yo!”

 

Hanya beberapa saja yang menyahut, yang lain banyak memilih diam. Bersiap menikmati perjalanan yang memakan waktu lama melintasi antar provinsi.

 

“Musik, Pir. Jangan lupa,” celetuk seorang anak muda bertopi hitam yang duduk tepat di belakangku. Diikuti anggukan teman wanitanya yang juga memakai warna baju senada.

 

Aku bersiap mengemudikan bus, membelah jalanan. Beriringan dengan kendaraan lain. Musik lagu dangdut koplo dan pop mengalun keras yang disetel oleh Amat. Hari ini perasaanku tidak nyaman. Karena sebelum berangkat kerja terjadi pertengkaran hebat di rumah. Istriku membuat kesal dengan desakkannya yang terus menderaku. Dia meminta uang dengan jumlah yang tidak sesuai dengan pendapatanku. Hal ini terjadi karena Ia ikut arisan sekali seminggu yang harus di bayar tepat waktu. Sebagai suami aku sebenarnya mendukung jika itu bisa dianggap sebagai menabung. Karena ketika mendapatkan arisan Ia terlihat sangat bahagia, dan ada target barang yang sudah diimpikannya akan dipesannya melalui belanja online. Kami belum memiliki momongan selama dua tahun pernikahan berjalan. Semula berjalan mulus, tetapi wanita yang kunikahi secara siri itu, justru menambah nilai nominal arisan di perumahan kontrakkan kami itu tanpa berkomunikasi dulu denganku. Aku semakin keteteran, kewalahan mengelola membagi penghasilan. Istri tua dan kedua anakku juga butuh untuk aku nafkahi. Timbul rasa penyesalan mengapa sampai terjebak berpoligami. Tanpa sadar dengan diri yang belum mampu adil dalam banyak hal. Sementara untuk kebutuhan hidup saja terkadang aku bisa terjebak hutang dengan bos maupun dengan teman sesama supir.

 

Aku terkesiap, dengan cepat menginjak pedal rem, memutar kemudi kearah kiri jalan dengan cepat. Bus semula dengan kecepatan tinggi itu pun menimbulkan decitan suara gesekan ban dengan aspal. Jeritan suara dari beberapa penumpang wanita terdengar keras. Bus pun berhenti dengan posisi sedikit melintang. Didukung keadaan hanya ada bus kami serta sepeda motor yang kuhindari itu saja yang melintas di jalan. Jika tidak, bisa saja akan mengakibatkan kecelakaan. Aku tadi hanyut dalam lamunan, termenung, karena memikirkan istri ke duaku, sehingga kemudi oleng tanpa sadar hampir saja menyenggol sepeda motor yang  berlawanan arah dengan kami. Untung saja aku tadi sempat membanting setir ke kiri dengan cepat tanpa sempat menyentuh pembatas jalan.

 

Kami semua berwajah tegang.  Karena di rem secara mendadak, banyak yang posisinya merosot ke depan. Bahkan ada penumpang yang memegang keningnya yang terbentur dengan kursi di depannya. Nenek yang duduk di tengah, berwajah pucat, sampai berulang kali mengucapkan istigfar sembari mengelus dadanya. Anak kecil di sisinya menyodorkan minuman botol, terlihat khawatir dengan kondisi wanita renta tersebut..

 

“Hati-hati, Pir!” protes penumpang. Terdengar suara sosok pria berbaju kaos berkerah yang sedang berdiri menampilkan wajah bengis.

 

Suasana riuh seperti suara-suara lebah tidak begitu jelas. Karena hampir semuanya seperti mengerutu mengeluarkan sumpah serapah.


“Kenapa Lu? Ngantuk? Ya udah gantian, sini!” Si Amat bersiap berdiri menganti posisiku.


“Masam aja muka tu kutengok dari tadi pagi?”ucapnya sembari mulai menjalankan bus.


Aku hanya diam tertunduk. Sakit kepala menyerang. Ke rumah istri sah, berantem karena ia mulai curiga dengan tindak tandukku yang mulai berubah.. Ke rumah istri kedua juga ribut karena ia menadah tangan lima ratus ribu harus tersedia dengan segera untuk tagihan arisannya yang baru dimulai.


“Pusing aku! Kelahi terus di rumah!”


“Tu kan, apa gue bilang. Elu sih nurutin hawa nafsu aja, mo poligami juga!” cetusnya dengan senyum mencebik dan mengelengkan kepalanya.


“Selesaikan masalah yang telah Lo mulai. Pesan gue satu lagi ni, Nton. Ketika Elo bawa bus ada tanggung jawab berat, nyawa penumpang prioritas utama, konsentrasi penuh mengendarai!”


Aku mengangguk tanda setuju, walau perasaan kalut masih melanda. Pekerjaan yang kulakukan tak boleh lalai. Karena ada jiwa yang harus  kuantar ke alamat tujuan dengan selamat. Aku harus profesional sebagai orang yang hidup di atas roda, menghabiskan waktu di jalanaan, walau mungkin  akan sial dalam hidup rumah tangga karena ulahku sendiri. Tembang legendaris P.Ramlee dilantunkan ulang oleh band Ahmat Dhani yang berjudul ‘Madu Tiga’ mengalun di dalam bus. Aku tersindir!

 

Sabtu, 21 Mei 2022

Kumpulan Cerpenku

"Itu judul buku, kok bisa gitu?" celetuk salah seorang temanku.

Aku tersenyum tipis, selanjutnya berkata, "Karena isi buku di dalamnya campur sari, gitu, berbagai genre dan berbagai macam cerita baik yang fiksi maupun kisah nyataku sendiri."

Setelah mendengar penjelasanku, dianya mengangguk dan dengan cepat mengeluarkan uang dari dompet serta memberikan uang merah selembar.

Aku kaget dong, tanpa susah payah aku mem-follow-up atau presentasi akhirnya closing, gaes. 

"Wah, makasi ya, ni, kembaliannya, selamat membaca, deh," ucapku dengan semringah.

Begitulah yang namanya rezeki jika sudah menjadi takdir kita, ya, nggak akan kemana. Itulah pengalaman pertama bertemunya buku "Entahlah, Ngalur Ngidul Ngawur" menemukan pembacanya.

Percayalah tidak ada tulisan receh, adanya tulisan kece. Terus semangat menulis dan lakukan itu dengan konsisten. Insya Allah cuan dan lainnya ikut menyertai. Niatnya di awal hanya mengeluarkan ide dan tentunya pesan moral melalui deretan aksara.

O. iya, lupa. Sekilas mengenai buku tersebut. Buku itu berjumlah 191 halaman diterbitkan secara GRATIS dan semuanya, termasuk lay-out dan editornya disediakan oleh mereka. Penerbitnya namanya adalah PRABU21, rumahnya sejuta penulis.

Berikut blurbnya ya :

Ketika kata"entahlah" terucap itu bukan hanya berarti sebuah ketidaktahuan.

Namun, sebenarnya bisa jadi sebuah ungkapan kepasrahan dari tanggapan yang diberikan, yang tidak tahu lagi harus berkata lagi.

Kupilih kata "entahlah" menjadi judul pada buku ini yang berupa kumpulan cerita pendek, yang ngalur ngidul ngawur.

Ya, hanya bacaan ringan, tetapi begitu sarat  makna.

Besar harapan, manfaat bukan hanya untuk hiburan semata, ambil sisi positifnya. Jadilah, entahlah ....
 

Bu Guru, I Love You

Sebuah karya solo perdanaku, dari judulnya saja dapat ditebak bercerita tentang seorang guru dan dunia pendidikan.

Hal ini tak lepas dari latar belakang saya yang juga berprofesi sebagai guru tentunya. Bukankah bagi seorang penulis pemula, tulis saja tentang dunia yang kamu kuasai, yang dekat dengan kehidupan.

Mulailah saya berimajinasi dan berhalu ria. Penulisan buku itu memakan waktu 21 hari. Setiap hari saya wajib mengetik satu bab atau 1000 kata lebih, nah jadi buku yang berjumlah 173 halaman itu totalnya 21 bab.

Proses selanjutnya lama di editing serta revisi beberapa bagian. Lalu naik cetak ditanggani oleh penerbit Pilar Pustaka yang mengurus semua lay-out dan menyediakan editor. Editor bernama Any Sukamto, beberapa kali kami konsultasi dan merapikan kembali naskah.

Hampir sekitar sebulan lebih menunggu, akhirnya percetakan di mulai setelah voting cover yang disediakan dua pilihan warna tepat di hari valentine day dan imlek.

Ada pun blurb cerita tersebut sebagai berikut :

Rania seorang gadis yatim yang bekerja sebagai guru honorer. Ia tak menyangka ketika akan menanggani siswa yang bermasalah justru terlibat jauh dengan masalah keluarga siswa tersebut.

Bagaimana Rania menyelesaikan masalahnya dengan Dimas---siswanya tersebut? Papanya Dimas yang semula dingin akankah berubah sikap? Apa yang harus dilakukan oleh Rania menghadapi kekasihnya yang posesif? Bagaimana pula ia menghadapi kenyataan pahit akibat ulah aksi mamanya Dimas yang jahat?

Itulah sekilas alur cerita yang dapat dijabarkan.

Adalagi, dalam buku tersebut tentunya ada pemahaman, atau suatu pesan amanat yang ingin saya sampaikan. Tercermin dari pola tingkah laku atau dialog para tokohnya. Penyisipan secara tersirat pastinya.

Oke, siapapun kamu, jika berminat ingin memesan buku tersebut bisa menghubungi kontak wa berikut ini 0852-7198-8884 atai inbox di messenger efbe dengan nama akun Ayue Mega Bunda Aliqha. Cekidot! 



 

Jumat, 20 Mei 2022

Menjadikan Menulis sebagai Passion

 Resume  ke         : 2

Gelombang           : 26

Tanggal                 : 20 Mei 2022

 Tema                    :  Menjadikan Menulis sebagai Passion

Narasumber           : Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Moderator              : Widya Setianingsih



Masya Allah, tak berhenti saya berdecak kagum dengan kelas materi kepenulisan PGRI ini. Begitu banyak ilmu yang bermanfaat dan role model yang sangat menginspirasi tentunya.


Malam ini bertepatan tanggal bersejarah bagi bangsa kita yaitu hari kebangkitan Nasional seiring dengan momentum semangat saya kembali BANGKIT juga karena mendapat pencerahan dari bunda Kanjeng atau bernama asli yaitu Dra. Sri Sugiastutu, M.Pd, ada lagi yang lebih keren beliau juga dijuluki Ratu Antologi karena karyanya yang sudah seabrek.


Melihat profil beliau, patutlah kita terucap kata "Waw", ternyata usia yang menurutnya tak muda lagi bukan menjadi suatu halangan untuk terus belajar dan menghasilkan karya. Berawal dari hobi beliau sewaktu kecil adalah membaca. Lalu keinginan untuk menulis yang terpendam seakan mati suri akhirnya bangkit di usia yang tak muda lagi. Tak ada kata terlambat, ayo menulis  begitu katanya.


Materi beliau malam ini sangat menggena bagi kami yang pemula. Mencoba untuk meneguhkan hati agar konsisten dan memiliki komitmen untuk setia pada dunia kepenulisan. Tentunya mengalami berbagai hambatan dan kendala, nah, beliau menularkan semangat serta motivasi agar selalu mampu mencari solusi untuk bisa berjuang menghasilkan karya.


Sebenarnya materinya sangat banyak dan semuanya daging semua, alias sangat bermanfaat. Diawali latar belakang mengapa dunia kepenulisan meruapakan pilihan yang tepat untuk kita ambil. Selanjutnya menelaah berbagai kendala dan hambatan. Alasan dan motivasi menulis sebagai dasar kita akan teguh sebagai pegiat literasi. Tak lupa diberi tips langkah-langkah menjadi penulis yang baik serta tahapan mendetail yang dimulai dari menggali ide sampai ke proses terbit.


Peserta sangat antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang meluncur. Saya pun tergelitik ingin bertanya dengan mengajukan bagaimana sih, menurut beliau agar bisa mengatur waktu untuk menulis. Saya sangat puas dengan jawabannya yaitu kita harus disiplin dan memiliki target yang ingin dicapai jika perlu kita buat tenggat waktu agar kita tidak lalai. Waktu-waktu yang harus disisihkan senyamannya kita, mungkin di pagi hari atau malam, asal ada ide atau hal yang akan dituliskan, maka akan lancarlah waktu yang dibutuhkan.


Saya juga menyimak berbagai jawaban dari rekan lainnya yang mengenai semangat mood menulis stabil, agar tidak kehabisan ide, membangun rasa kepercayaan diri, menggali potensi diri, strategi menulis, bahkan ada yang bertanya mengapa beliau bisa dijuluki Bunda Kanjeng, mungkin sangking penasaran ya, para pesertanya. Semua itu dijawab oleh pemateri dengan voice yang merdu, jelas, dan lemah lembut. Layaknya seorang IBU yang sedang memberi wejangan.  Sangat adem, saya mendengarkan bisa nyambi ngerjakan tugas lain.


Satu lagi, itu moderator juga cakep mengolah diksi terutama di pembukaan dan penutup. Untaian kata syahdu banget, buat kita jadi baper berasa dibagi puisi cinta deh.


So, tak lupa terima kasih yang tak terhingga, saya menjura, salam hormat dan salut yang teramat tulus. Terus menebar manfaat seperti   kalimat yang diucapkan Bunda Kanjeng tadi "SEBAIK-BAIK  MANUSIA ADALAH MEREKA YANG PALING BERMANFAAT UNTUK MANUSIA LAIN." SEMANGAT!

Kamis, 19 Mei 2022

Cinta Pertama

Pernah mengalami yang namanya cinta pertama? kapan? Mungkin ketika baru beranjak remaja masa pubertaskah. Atau bisa jadi setelah memakai seragam putih abu-abu bahkan mungkin ada yang saat sudah kuliah. Semula rasa itu asing lalu datang menerpa. Kegembiraan dan ketakutan  akan datang bersamaan.


Namanya yang pertama, tentu istimewa dan akan tersimpan dalam memori dengan melekat. Rasa debaran itu begitu mampu membuat tersenyum cengesan sendiri. bahkan seperti orang gila, kebayangkan.


Segala hal rasanya indah, bukan itu saja. Ada bayang selalu mengikuti, begini deh. lihat dinding seakan ada dia di situ, lihat lantai ada dia di situ, bahkan buka panci, juga ada bayangnya di tutup panci. Lihat seseorang yang mirip si doi saja kita senyum malu, eh itu orang sampai bengong.


Jalan depan rumahnya dibela-belain meskipun muter lebih jauh lagi. Melihat atap rumahnya dari kejauhan aja begitu senangnya, ampun dah. Terus, lihat ayam yang lagi bermain di teras rumahnya juga bahagianya terasa. Anehkan? Ya, gitulah jika cinta pertama sudah melanda. penyakit akut yang sudah menyerang.


Seiring waktu, rasa cinta pertama itu mengalami berbagai hal. Ada yang menyatu menikmati masa indah, patah hati pertama juga ada, menyisakan rasa luka dan sakit berkepanjangan.


Rasa yang pertama itu tetap menjadi kenangan yang masih terukir dalam ingatan. Sulit untuk dihapuskan rasanya ada kegilaan yang tak mampu dijelaskan.

Wanita dan Skincare

  Skincare diambil dari Bahasa Inggris yang artinya skin artinya kulit sedangkan care artinya peduli jadilah skincare   adalah berbagai   ...