Resume : 5
Hari/ Tgl : Jumat / 27 Mei 2022
Narasumber : E. Hasanah, M. Pd
Moderator : Dail Ma'ruf
Malam ini tidak terasa sudah memasuki pertemuan ke-5, bahasan kali ini ada Gairah Menulis puisi. Materi disampaukan oleh narasumber yang tak kalah memiliki segudang prestasi. Seperti pemateri sebelumnya.
Rasanya saya yang haus akan ilmu sastra mengenai puisi menjadi sangat antusias. Saya tahu ini pasti akan menyentuh kalbu, sarat dengan pesan yang mendalam, menancap di sanubari. Alunan diksi indah akan tersemai pada sebuah mahakarya yang indah, melenakan dan menghanyutkan.
Itu, saya pada kemana kalimat yang di atas itu ya. Baiklah, resume saya akan di awali dengan profil sang narasumber, yuk kepoin, siapa sih beliau?
Cekidot!
Seorang wanita bernama E. Hasanah, sudah senior, kita sapa dengan Bunda E. Hasanah la ya. Lahir di Sukabumi, pada tanggal 10 Agustus 1967. wah, ini samaan sama ultah suami saya lho, cuma beda ditahunnya aja, si suami tahunnya dibalik jadi 76. Beliau seorang guru dan salah satu pendiri yayasan Pendidikan Halima Al-Azhar dan sebagai pengawas MAN di Kankemenag Sukabumi. Beliau meraih Anugrah Guru dan GTK Kemenag Berprestasi tingkat Nasional kategori Pengawas Madrasah Berprestasi tahun 2021. Telah banyak melahirkan karya hingga mencapai 60 antologi. Waw, luar biasa!
Katanya, beliau tetap konsisten menulis dan ikut berbagai komunitas, begitulah tipsnya.
Materi dibuka dengan memberikan arti makna kata dari gairah, menulis dan puisi menurut KBBI yaitu :
Gairah = Kinginan, hasrat, keberanian, yang kuat, bersemangat.
Menulis = aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa atau menulis juga melahirkan pikiran atau perasaan lewat bahasa.
Puisi = 1. Ragam sastra yang bahasnya terikat oleh irama, mantra, rima serta penyusunan larik dan bait.
2. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi irama dan makna khusus.
3. Sajak
Puisi tidak terikat oleh rima dan mantar tidak terikat larik dalam setiap bait suku kata dalam setiap larik
Dramatik sastra puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang.
Puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat seperti pantun, gurindam, syair, mantra, bidal.
Mbeling sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah dan tegang.
Karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu hal itu dikemukan oleh H.B JASSIN.
Struktur Fisik Puisi (Unsur Wujud)
Bentuk = baris-baris
Diksi= pilihan kata indah dan memiliki makna yang dalam
Majas= Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati
Jenis Puisi yaitu :
Puisi Lama yaitu puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris jumlah baris dalam 1 bait, rima dan suku kata dalam tiap baris.
Ciri-ciri Puisi lama :
Anonim, lisan, terikat aturan.
Jenis-jenis puisi lama yaitu :
-Mantra = ucapan sakral/mistis
-Pantun = bersajak a-b-a-b, 4 baris setiap 1 bait, 8-12 suku kata, baris 1 dan 2= sampiran, baris 3 dan 4 = isi
- Seloka= pantun berkait dan bertaut
-Talibun= pantun genap, barisnya terdiri6, 8 atau 10 baris
Puisi Baru puisi tidak terikat aturan, bebas. Cirinya yaitu :
Rapi, simetris, rima teratur, pola sajak, dominan 4 baris.
Jenis puisi baru yaitu :
- Balada = puisi berisi kisah/cerita
-Hymne= pujaan menghormati Tuhan, pahlawan atau tanah air.
-Ode= puisi sanjungan
-Epigram =tuntunan/ajaran hidup
-Romansa= percintaan
-Elegi= ratapan kesedihan
-Satire= sindiran
Begitulah materi yang sangat jelas diberikan, nah untuk penulis pemula banyak yang memilih puisi baru. Beliau juga memberi motivasi agar semangat menulis yaitu 3 M, eits, bukan itu ya, yang mencegah demam berdarah, tetapi memiliki kepanjangannya yaitu Menulis, Menulis, Menulis.
Oke, ya, Masya Allah luar biasa, kami para peserta pelatihan BM batch 25 dan 26 diberi kesempatan berkreasi membuat puisi. Sibuklah kami mengolah rasa dan menyalurkan melalui diksi yang indah, dan hebatnya lagi gerak cepat oleh bapak moderator, Pak Dail langsung menayangkannya ke blog, memanglah beliau the best la pokoknya.
Udahan ya, lemas besti. Terima kasih yang teka terhingga untuk pemateri dan tim lainnya. Go, semangat BM PGRI.
Baguus Bun saluuuut
BalasHapusResume bagus.. Komunikatif... Salam literasi 👍👍👍
BalasHapusKeren menewen resumenya...ayo semangat terus bu
BalasHapus